Keberhasilan kita di masa depan lebih penting, daripada kepedihan kita di masa lalu.

— Cassandra Salim


Inspirasi

Benarkah Multitasking itu merusak otak?

Pada awal mulanya Multitasking cukup banyak dilihat sebagai sebuah kebutuhan penting dalam dunia modern. Yaitu sebuah kemampuan untuk melakukan beberapa hal sekaligus – bahkan seperti sesuatu yang tampaknya sederhana sekalipun seperti membuka email dan berbicara pada saat yang sama.

Mitos multitasking mungkin tidak menjadi kejutan bagi beberapa orang. Jika kamu mengamati pusat perbelanjaan atau jalan-jalan umum kamu akan melihat beberapa orang yang membalas SMS atau chatting sambil berjalan, dan yang lebih menantang adalah, BBM-an sambil berkendara.

Pada kenyatannya, ada sebuah mitos dalam istilah “Multitasking”. Orang bilang dengan Multitasking akan meningkatkan produktifitas kita. Tapi sayangnya kamu akan kehilangan 1 hal yang sangat penting untuk dilakukan, yaitu “Fokus”.

Alih-alih menghemat waktu, ternyata multitasking tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama tetapi juga telah membuat kesalahan besar yang membuat jadwal kegiatan kita berantakan.

Kamu nggak akan bisa mengerjakan 2 hal atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Faktanya, yang disebut dengan multitasking adalah melakukan pengalihan secara cepat antara pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya.

Jadi dalam multitasking sebenarnya kamu tidak benar-benar sedang mengerjakan 2 pekerjaan dalam 1 waktu yang bersamaan. Kalau boleh saya mengatakan, dengan multitasking kamu tidak akan menyelesaikan pekerjaan apapun.

Contoh mitos tentang multitasking pada smartphone ialah, bisakah kamu membuka Facebook sambil membuka Twitter? Tentu saja tidak, pekerjaan tersebut dilakukan secara terpisah.

Buku PromoJika aku menjauhi praktek riba bukan karena aku sok kaya. Tapi karena ingin menghindari dosa. Tidak semua yang dilakukan orang pada umunya itu benar. Dan tidak semua kebenaran dilakukan oleh banyak orang. Aku hanya manusia akhir zaman, yang sedang terus belajar, berbagi dan memperbaiki diri. Buku Kembali Ke Titik Nol. Karya Saptuari Sugiharto. Dapatkan sekarang!


Itu hanya contoh kecil saja dari multitasking, tentu saja masih banyak contoh lain dalam kehidupan sehari-hari kita (yang tidak kita sadari) yang menyebabkan kamu tidak “Fokus” dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Mitos tentang multiasking yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari misalnya adalah “merokok sambil minum kopi”.

Meskipun itu adalah pekerjaan yang sangat sederhana (yang katanya nikmat), namun saya menuai beberapa kegagalan saat mencoba melakukannya. Hehehe..

Merokok Sambil Minum Kopi

 

Dr. JoAnn Deak, dalam bukunya yang berjudul Your Fantastic Elastic Brain, mengungkapkan dalam penelitiannya tentang bagaimana fungsi otak. Dr Deak berpendapat bahwa otak hanya dapat fokus dalam pada satu tugas pada satu waktu.

Dan apabila mencoba untuk melakukan terlalu banyak hal sekaligus menyebabkan otak kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mendalam.

 

Beliau juga menambahkan, “Ketika Anda mencoba untuk multitasking, dalam jangka-pendek itu menggandakan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 tugas dan biasanya menimbulkan setidaknya dua kali lipat jumlah kesalahan.”

Ketika Anda mencoba untuk multitasking

 

Beberapa orang mungkin akan bersikukuh.. “Ah, multitasking kan bikin kita lebih pinter, bisa melatih otak kiri dan otak kanan secara bersamaan.” Ternyata keliru juga lho brooo.

Baca juga
Chatting antara aku dengan Tuhan (Just for fun)

Selanjutnya Dr. Deak menambahkan lagi bahwa Multitasking yang dilakukan dalam jangka-panjang akan lebih parah, karena akan merubah otak yang tadinya dapat fokus secara mendalam pada satu tugas dengan baik, berubah menjadi apa yang kita sebut “kutu loncat”, yang ingin melompat-lompat lebih banyak pada beberapa informasi yang tidak jelas.

Otak anak-anak dan remaja dengan cepat berkembang dan sangat elastis, sangat rentan terhadap perubahan tersebut, tambahnya.

Otak tidak memiliki koneksi yang cukup untuk melakukan dua tugas yang kompleks pada waktu yang sama. Bahkan sesuatu yang tampaknya sepele seperti mendengarkan musik sambil melakukan pekerjaan rumah menyebabkan kita kehilangan fokus.

Bekerja, belajar, mendengarkan musik

 

Misalnya, jika kamu mendengarkan Sheila On 7 saat kamu belajar Matematika, setiap kali otak kamu mulai mendengar Sheila On 7 separuh dari otakmu meninggalkan bagian Matematika, dan itu membutuhkan waktu. Ketika otak mulai kembali lagi fokus pada Matematika, otak harus melalui seluruh proses lagi dari awal yang sunguh melelahkan. Disitu saya merasa sedih.

Dan yang lebih mengkhawatirkan, jika kamu sering melakukannya, hal ini akan menstimulasi dan merangsang bagian otak-mu untuk menikmati proses tersebut di atas. Sehingga jika kamu menemui kegiatan yang tidak melibatkan Multitasking secara cepat dan berulang (seperti mendengarkan dosen atau orang lain bicara) akan membuat kamu merasa mudah bosan.

Dr. Deak menambahkan, “Multitasking menciptakan generasi dengan pikiran yang mengalami kesulitan ekstrim yang berurusan dengan long-term input, Apa pun yang tidak multitasking dianggap membosankan.”

“Pikiran anak muda jaman sekarang mungkin dapat beralih cepat antara tugas satu dan tugas lainnya, tetapi mereka tidak mampu melakukannya secara mendalam,” tambahnya. “Hasilnya adalah bahwa mereka akhirnya terjebak dan tidak mampu untuk meningkatkan produktifitas.”

Selain, itu saat kamu memiliki pekerjaan di depan komputer jangan dipikir semua tugas kamu dapat selesai tepat waktu jika kamu masih menganut faham multitasking.

Mitos tentang Multitasking ini juga berlaku apabila kamu adalah seorang pekerja kantoran atau mahasiswa yang akan mulai mengerjakan tugas di Microsoft Word atau Excel, sebaiknya matikan koneksi internet kamu agar pekerjaan cepat selesai. Karena kamu juga gak bakal bisa Fokus jika kamu bekerja dalam keadaan Internet kamu menyala.

Buku PromoJika aku menjauhi praktek riba bukan karena aku sok kaya. Tapi karena ingin menghindari dosa. Tidak semua yang dilakukan orang pada umunya itu benar. Dan tidak semua kebenaran dilakukan oleh banyak orang. Aku hanya manusia akhir zaman, yang sedang terus belajar, berbagi dan memperbaiki diri. Buku Kembali Ke Titik Nol. Karya Saptuari Sugiharto. Dapatkan sekarang!


Jika kamu adalah Content Writer, Affliate Marketer atau Internet Marketing yang menghasilkan uang di Twitter atau Admin toko online yang membutuhkan koneksi internet sepanjang masa, sebaiknya saat akan memulai pekerjaan cobalah untuk mematikan ponsel atau di “Silence” aja agar tidak terganggu dengan bunyi notifikasi Facebook atau Twitter yang walaupun suaranya hanya sesa’at tapi dapat mengaburkan semua konsentrasi kamu.

Baca juga
45 Instruksi Untuk Menjalani Kehidupan Yang Lebih Baik

Hindari mengecek email sebelum pekerjaan selesai, karena pada awalnya “Ah, ngecek email bentar..“, tapi pada akhirnya kamu malah keasikan dan browsing sana-sini sampai akhirnya kamu tersadar kalau pekerjaan utamamu belum terselesaikan.

Cara menghindari Distraksi

Cara menghindari Distraksi

Distraksi, yaitu pengalihan perhatian ke hal yang lain sehingga dapat menurunkan kewaspadaan dan menyebabkan kamu menjadi tidak Fokus.

Untuk menghindari distraksi, set alarm atau stopwatch di Smartphone kamu seberapa lama kamu ingin menyelesaikan tugas. Saya pribadi, karena pekerjaan saya di depan Internet sebagai pedagang online dan customer service, saya biasa men-set alarm nya selama 60 menit. Kadang bisa juga 45 menit atau 90 menit tergantung dari tingkat kesulitan tugas saya (sebelum memulai pekerjaan saya akan menganalisa terlebih dahulu kira-kira pekerjaan ini bisa diselesaikan dalam waktu berapa lama sih).

Dan harus memiliki komitmen selama 60 menit itu saya tidak akan membalas chat atau membuka web apapun yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan tugas yang sedang saya lakukan.

Setelah alarm berbunyi, itu artinya waktu saya sudah habis, dan mau tidak mau pekerjaan sudah harus selesai, karena kalau tidak selesai  saya akan sangat kecewa dengan diri saya sendiri.

Batman Robin fokus Motivasi

Internet memang penuh dengan Informasi penting, tapi jangan sampai kamu Overload Information, sehingga kamu terlalu banyak mendapat informasi kemudian kamu lupa untuk Fokus terhadap apa yang sebenarnya lebih penting, dan jangan terlalu membiasakan Multitasking.

Kamu harus menentukan skala prioritas. Dahulukan yang utama atau yang terpenting terlebih dahulu, catat yang tidak terlalu mendesak, setelah tugas utama selesai, barulah kamu boleh melakukan hal-hal lain.

Semoga ada pelajaran yang dapat dipetik, dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang produktif dan menghargai waktu ☺️
Amiiin…

14115




Ikuti MOT|VASEE diย  ย  ย  ย  ย  ย  ย