Emha Ainun Nadjib – Kutipan, Kata Bijak, Kata Mutiara, Quotes & Caption

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Manusia jangan menunggu hancur dulu baru insaf. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Surga itu gak penting, fokuskan dirimu hanya pada Tuhan. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Hanya sunyi, yang sanggup mengajarkan kita, untuk tak mendua. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tak bisa dibawa mati. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Bisakah kita menumbuhkan kerendahan hati di balik kebanggaan-kebanggaan? ―Emha Ainun Nadjib CUIT

Cinta bukanlah bertahan seberapa lama. Tetapi seberapa jelas dan ke arah mana. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kepandaian adalah kelicikan yang menyamar, Kebodohan adalah kebaikan yang bernasib buruk. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Menyepi itu penting, supaya kamu benar-benar bisa mendengar apa yang menjadi isi dari keramaian. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Ada yang bilang negeri ini 'Negeri Selembar Kertas', masyarakat kita 'Masyarakat Selembar Ijazah'. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Dakwah yang utama bukan berupa kata-kata. Melainkan dari perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah. ―Emha Ainun Nadjib CUIT

kata2 bijak cak nun tentang keadilan, kata kata panas caknun, quote cak nun fokuskan diri pada allah, kalimat bijak cak nun, kata² emha ainun najib paling menggelora, caption mutiara soal telepon, kata kata mutiara cak nun aku iki di perintah oleh gusti allah jadi orang jowo nikmat fabiayyiala irobbi kuma tukadziban, emha ainun najib quotes manajemen tamu, kata bijak cak nun tentang allah

Orang boleh salah, agar dengan demikian ia berpeluang menemukan kebenaran dengan proses autentiknya sendiri. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Apakah yang menyelubungi kehidupan ini selain cahaya? Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya tak diterima. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Tuhan tidak tersakiti oleh pengingkaran Anda. Tetapi Tuhan sangat tersakiti jika Anda berpura-pura menyembahNya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Ada orang yang mengkritik tapi tidak memberi jalan keluar. Ada orang yang memberi jalan keluar tanpa mengkritik. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian manusia sehingga ia makin sanggup memahami orang lain? ―Emha Ainun Nadjib CUIT Biasanya yang paling serakah dan paling memahami teori, metode, dan praktek keserakahan adalah orang-orang pandai! ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kearifan-kearifan agama harus diterjemahkan ke dalam sistem nilai pengelolaan sejarah, kebudayaan dan peradabannya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Peraturan dan undang-undang tidak selalu sama dengan keadilan, ia bahkan bisa saja bertentangan dengan prinsip keadilan. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah? ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kebanyakan orang tak bisa tidur, mereka hanya tertidur, karena sepanjang siang dan malam hari mereka diberati oleh dunia. ―Emha Ainun Nadjib CUIT
Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah perlombaan dalam kebaikan. Bukan perlombaan keunggulan satu sama lain. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Bahwa kemenangan yang benar-benar kemenangan tidaklah terjadi pada seseorang atas orang lain, melainkan atas dirinya sendiri. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Agama kurang diperkenalkan sebagai berita gembira dan janji cinta, melainkan sebagai tukang cambuk, pendera dan satpam yang otoriter. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Dunia ini masih dipimpin oleh orang yang lebih memilih kenyang meskipun dijadikan budak, dari pada lapar tapi bertahan harga dirinya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Aku menyebut diriku muslim saja aku tidak berani, karena itu merupakan hak prerogatifnya Allah untuk menilai aku ini muslim atau bukan. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kalau kau cukup makan sepiring nasi, kenapa harus sepiring setengah. Kalau kesehatanmu cukup dipenuhi dengan sebiji tempe, kenapa ambil dua? ―Emha Ainun Nadjib CUIT Keceriaan dan kenyamanan hidup tidak terlalu bergantung pada hal-hal di luar manusia melainkan bergantung pada kekayaan batin di dalam diri manusia. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Rakyat adalah juragan kita bersama. Kalau pagi kita siapkan air hangat untuk membasuh kakinya dan jika malam kita bernyanyi untuk menentramkan tidurnya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Agama diajarkan kepada manusia agar ia memiliki pengetahuan dan kesanggupan untuk menata hidup, menata diri dan alam, menata sejarah, kebudayaan, politik. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Anda tak bisa menghakimi ekspresi seseorang hanya dengan melihat bunyi kata-katanya, melainkan Anda harus perhatikan nadanya, nuansanya, letak masalahnya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT
Seseorang tidak akan memperjuangkan perubahan dari ketidakbenaran menjadi kebenaran ketika yang harus ia perlihara adalah kemapanannya dalam ketidakbenaran. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Jiwanya seniman itu bagaikan ruang kosong, tak ada lemari atau kotak-kotak yang bisa dipakai untuk menyembunyikan sesuatu, segalanya tampak jelas dan jujur di mata. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Sunnah Rasul yang paling mendasar adalah Akhlaknya bukan kostumnya. Orang yang disukai Tuhan adalah orang yang menyebut dirinya buruk, biso rumongso, nggak rumongso biso. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Tidak apa-apa kalau ilmu agamamu masih pas-pasan, itu malah membuatmu menjadi rendah hati. Banyak orang yang sudah merasa tahu ilmu agama, malah menjadikannya tinggi hati. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Sejarah adalah deretan episode tentang siapa dalang siapa wayang, dan sejarah mencatat Ki Dalang menggenggam kaki tangan wayang-wayang untuk pada suatu hari dimasukkan dalam kotak. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kebanyakan manusia berjuang mengada-adakan dirinya. Menonjol-nonjolkan dirinya, bahkan untuk itu mereka meniadakan mahluk selainnya. Sampai tega meniadakan Tuhannya, itulah kematian. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Politik diciptakan dan dimanifestasikan berdasarkan filosofi dan tujuan untuk menyediakan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia, tapi yang terjadi adalah sama sekali kebalikannya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Yang penting bukan apakah kita menang atau kalah, Tuhan tidak mewajibkan manusia untuk menang sehingga kalah pun bukan dosa, yang penting adalah apakah seseorang berjuang atau tak berjuang. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Apakah akhlak itu untuk dipamerkan kepada orang lain (melalui pakaian)? Tidak boleh kan? Maka semampu-mampu saya, berpakaian seperti ini untuk mengurangi potensi 'penipuan' saya kepada Anda. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Secara filosofis, sesungguhnya tak ada 'orang besar' dan tak ada 'orang kecil' dalam takaran pemilikan ekonomi atau perbedaan status sosial budaya. Kecil dan besar hanya terjadi pada kualitas kepribadian. ―Emha Ainun Nadjib CUIT
Orang yang diragukan keihklasannya adalah orang menyebut dirinya baik. Semua nabi mengaku dirinya dzolim: 'Inni Kuntu Minadzolimin' (aku termasuk orang yang dzolim). Nggak ada nabi yang mengaku dirinya sholeh. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Hakikat hidup bukanlah apa yang kita ketahui, bukan buku-buku yang kita baca atau kalimat-kalimat yang kita pidatokan, melainkan apa yang kita kerjakan, apa yang paling mengakar di hati, jiwa dan inti kehidupan kita. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kalau rumah kebakaran, kamu harus belakangan menyelamatkan diri. Kalau musuh datang menyerang, kamu harus berdiri paling depan untuk menyongsongnya. Kalau panen melimpah, kamu harus belakangan makan. Itulah Pemimpin. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Yang lebih kalian cari bukanlah kebaikan melainkan kekayaan, yang lebih kalian buru bukanlah keluhuran melainkan kenyamanan, dan pada posisi seperti itu kalian selalu merasa lebih tinggi derajat dibanding orang kecil. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Pelajaran terpenting bagi calon pemimpin adalah kesanggupan menjadi rakyat. Barangsiapa sanggup menjadi rakyat yang baik, itulah pemimpin yang baik. Maksudnya, Sikap mental seorang pemimpin haruslah sikap mental kerakyatan. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kalau saya kadang bicara pakai bahasa Jawa, jangan dibilang Jawasentris. Saya cuman berekspresi sebagai orang Jawa. Saya lahir dan dibesar di Jawa. Diperintah Tuhan jadi orang Jawa. Maka saya mencintai dan mendalami budaya saya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kebersihan luas maknanya, kebersihan ruang dan kampung hanyalah satu hal, hal lain adalah kebersihan jiwa manusia itu sendiri, kebersihan pergaulan antarmanusia, baik pergaulan sosial, pergaulan ekonomi, pergaulan politik dan hukum. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Iblis tidak berjarak dengan diri kita, dengan karakter budaya, politik dan pasar sejarah kita. Malah Tuhan yang jaraknya cenderung semakin menjauh dari kita, kecuali pas kita perlukan untmuk memperoleh keuntungan atau mentopengi muka. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Agama itu letaknya di dapur. Tidak masalah mau pakai wajan merk apa di dapur, yang utama adalah makanan yang disajikan di warung sehat. Maka ukuran keberhasilan orang beragama bukan pada sholat atau umrohnya, melainkan pada perilakunya. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kalau sama Tuhan kita harus 100%, kalau kepada ilmu kita, cukup 99%. Seluruh yang saya ketahui dan yakini benar itu belum tentu benar. Maka saya tidak mempertahankan yang saya yakini benar karena mungkin mendapatkan ilmu yang lebih tinggi. ―Emha Ainun Nadjib CUIT Kejahatan adalah nafsu yang terdidik. Kepandaian, seringkali, adalah kelicikan yang menyamar. Adapun kebodohan, acapkali, adalah kebaikan yang bernasib buruk. Kelalaian adalah itikad baik yang terlalu polos. Dan kelemahan adalah kemuliaan hati yang berlebihan. ―Emha Ainun Nadjib CUIT




Mengirim
Beri nilai
4.5 (2 penilai)
Bagikan ke
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Selamat Beraktivitas

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Hasil lainnya...

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages