Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.

[bctt tweet=”Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis. – Soe Hok Gie” via=”no” nofollow=”yes” prompt=”Bagikan”]

[su_animate type=”bounceIn” duration=”1″ delay=”0″ inline=”no” class=”to-animate_su”]

*

 

Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.

[/su_animate]

Published by Soe Hok Gie

Soe Hok Gie adalah seorang aktivis Indonesia Tionghoa yang menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto. Ia adalah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969. Lahir: 17 Desember 1942, Jakarta. Meninggal: 16 Desember 1969, Gunung Semeru.