Mari kita membangun kebajikan, sebab jika semua orang ingin merusak, lalu hendak kemana kita mencari tempat hidup.

— Abdullah Gymnastiar


Inspirasi

20 Kebiasaan Orang Yang Tidak Bahagia

——

MotivaSee.com – Kata orang, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kita dapat secara otomatis sejak pertamakali kita dilahirkan di dunia yang fana ini. — Meskipun aku tidak setuju akan hal itu. — Adapula yang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang terjadi melalui serangkaian pengalaman, kebiasaan dan realisasi selama hidup kita. Setiap orang memang mempunyai definisi tentang apa itu arti kebahagian mereka sendiri-sendiri.

Kalau kata Pak Ustadz, Kebahagiaan itu adalah fitrah. Sesuatu yang telah dibawa sejak lahir. Oleh karena itu jika kamu merasa tidak bahagia itu artinya kamu sudah menyalahi fitrahmu sebagai umat manusia.

Menurutku, sebagai manusia, kita berhak untuk bahagia, oleh karena itu kita harus memperjuangkannya dengan sepenuh tenaga, sepenuh hati, dan meraihnya dengan tanggung jawab, juga nggak boleh sampai mengambil kebahagaiaan orang lain.

Tulisan kali ini bukanlah sebuah panduan yang mencoba untuk mengobati orang-orang yang sedang depresi karena hidupnya tidak bahagia, tetapi merupakan serangkaian hal-hal yang telah aku pelajari selama hidup yang telah membentuk caraku melihat kehidupan dunia dari sudut pandang yang berbeda. Hahahaha.. Ambyar..

Tahukah kamu jika kita memiliki kebiasaan yang lebih positif yang kita miliki dalam hidup sehari-hari maka akan membuat kita lebih bahagia secara emosional?

Namun, daripada saya menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan emosional Anda, lebih baik saya membuat daftar kebiasaan buruk manusia yang harus dicoba untuk diubah. Daftar ini tidak hanya akan membuat Anda lebih bahagia lahir batin, namun juga akan membuat teman-teman sekalian menjadi pribadi yang lebih baik. Eaaaa..

Inilah Kebiasaan Orang-orang Yang Tidak akan Bahagia

1 Mengeluh Sepanjang Masa
2 Gila Belanja
3 Khawatir Tentang Masa Depan
4 Hanya Menunggu Masa Depan
5 Kurang Punya Hobi
6 Suka Makan sembarangan
7 Sering bicarakan keburukan orang lain
8 Gemar Menyimpan Dendam
9 Berhenti Untuk Belajar
10 Tidak Pernah Menyelesaikan Apapun
11 Membenci Tempat Kerja
12 Selalu merasa Kesepian
13 Membiarkan Hal Negatif Masuk Dalam Pikiran
14 Membesar-besarkan sesuatu
15 Menganggap remeh sesuatu
16 Tidak Percaya Diri
17 Tidak Memiliki Tujuan Akhir
18 Khawatir Apa Yang Dipikirkan Orang Tentang Kamu
19 Membiarkan Orang Asing Mempengaruhi Mood
20 Ingin Lebih Banyak Uang
21 Kesimpulan

 
Penjabaran:
 

 Mengeluh Sepanjang Masa

Satu hal yang saya tahu, bahwa orang-orang sukses yang saya kenal memang tidak banyak mengeluh. Saya sendiri memang tidak pernah mengeluh, tapi tidak tau mengapa kok ndak sukses-sukses ya? Hahaha.. mungkin saya aja yang belum bisa mendefiniskan apa itu arti “sukses”.

Memang, secara psikologis melakukan tindakan “mengeluh” bisa dikatakan menguntungkan untuk melampiaskan diri ketika kamu berada di dalam keadaan stress, namun ada perbedaan yang sangat tipis antara sesi melepas stress yang sejenak tersebut dengan yang namanya Pengeluh kronis. Hehehe..

Para pengeluh kronis cenderung untuk selalu berfikir bahwa di dalam alam bawah sadar ada sesuatu yang salah dalam hidup mereka, sehingga masalah mereka lebih penting daripada masalah semua orang,

“AC nya kok panas siih.. Gw nggak bisa klo digituin tauk..”
“Ih, kok ribet amat sih ini?”
“Huh, males ah susah bingit!! ini gimana sih…”
“Ini kok internetnya lemot banget sih.. niat jadi Internet gak sih kamu..??” 

 

… dan ketika kamu berbicara dengan orang-orang seperti ini, mereka akan tampak tidak tertarik untuk mendengarkan apa yang saat ini sedang kamu bicarakan. Karena yang hanya ada di dalam pikiran mereka hanyalah diri mereka dan keluhan mereka sendiri.

Pengeluh kronis cenderung mengeluh tentang pekerjaan mereka, tentang betapa sedikitnya uang yang mereka dapat atau tentang bagaimana sesuatu berjalan secara tidak adil terhadap mereka.

Dan faktanya adalah bahwa, siapapun kamu, apakah kamu orang paling terkaya di dunia atau pemulung di pasar, atau siapa saja di mana saja, pasti memiliki ratusan hal yang bisa dikeluhkan tentang hidup. Tapi, esensi dari kehidupan ini adalah untuk mengatasi masalah dengan solusi.

If you don’t find the solution, you must create the solution.

Jika kamu tidak menemukan solusi, kamu harus menciptakan solusi.

Misal, kalau kamu merasa AC di kamarmu malah panas, belajarlah memperbaiki AC. Jika operator internet di HP kamu lemot, cobalah bikin provider sendiri, kalau gabisa yaudah ganti operator internet aja, beres  :mrgreen:

Jika kamu seorang pengeluh kronis, berhentilah merengek dan mulailah berbicara tentang hal-hal yang positif dalam hidup kamu dan fokus pada hal-hal yang bisa membuat kamu menjadi lebih baik.

Jika kamu memiliki masalah, introspeksi-lah dirimu, duduk dan merenunglah, berfikirlah lebih keras dari biasanya untuk mencari jalan keluar dan solusi

Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Jika kamu tidak dapat menemukan solusi, berbicaralah secara privat dengan orang terdekatmu atau mungkin seorang Psikiater tentang bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Jika temanmu juga tidak bisa menemukan solusi, berbicaralah dengan saya.. di jamin setelah 1x sesi pertemuan, kamu bakal tambah stress. Hehehe..

Terus-menerus mengeluh mungkin akan membuat kamu puas dengan keadaan, tapi itu akan mendorong teman-teman kamu pergi menjauh dan di sisi lain akan membuat kamu bahagia di tempat yang gelap.

Buku PromoKisah-Kisah Menggetarkan Hati, Mereka Yang Mengejar Ridho Ilahi. Mengenali yang haram agar tak salah jalan. Atas nama gengsi, seperempat orang Indonesia berhutang. Buku Mencari Jalan Pulang. Karya Saptuari Sugiharto. Dapatkan sekarang!


Sebenarnya kita selalu memiliki hal-hal yang indah dalam hidup ini, temukanlah, dan bagikanlah dengan orang lain. Perbanyaklah bersyukur. Niscaya hidupmu akan lebih bahagia

Saya SUSAH, tapi ada yang LEBIH SUSAH dari saya,
Saya MENDERITA, tapi ada yang LEBIH MENDERITA dari saya,
Saya SEDIH, tapi ada yang LEBIH SEDIH dari saya,
Saya SAKIT, tapi ada yang LEBIH SAKIT dari saya,
Rupanya saya lebih SENANG dari MEREKA.
Rupanya saya lebih BAHAGIA dari MEREKA.
Rupanya saya lebih GEMBIRA dari MEREKA.
Rupanya saya lebih SEHAT dari MEREKA.

Alhamdulillah ya, sesuatu .

 

♨ Gila Belanja

Hidup adalah tentang sebuah pengalaman, namun begitu banyak orang terjebak dalam benda materialistis yang bersifat keduniaan sehingga mereka lupa apa yang benar-benar membuat mereka bahagia. Tentu gadget terbaru mungkin membuat kamu merasa senang untuk beberapa saat, tapi itu sifatnya sementara aja. Iya, bahagia-nya hanya sebentar.

Aku masih ingat ketika memiliki smartphone pertamaku, gadget yang bertahun-tahun aku inginkan, saat itu rasanya senang sekali. Bahagia. Tapi senengnya ya cuma sebentar aja. Aku tersadar, karena ini hanya sementara, berarti memiliki sesuatu bukanlah sebuah kebahagiaan yang hakiki, ini bukanlah kebahagiaan yang aku cari. Aku ingin kebahagiaan yang bertahan lama, kebahagiaan yang abadi, yang juga nggak keluar uang banyak.. Hehehe..

Those fancy things fail to make my heart sing. Lalalala..

Banyak orang-orang terjebak karena memuja pada benda yang bersifat duniawi. Fanboy seperti itu akan kembali membeli produk yang sama dengan versi yang lebih tinggi sesaat setelah vendor merilis produk terbarunya. Terus menerus seperti itu sampai samudra mengering. Jika saat ini kamu masih seperti itu.. bukalah dirimu, keluarlah dan explore-lah dunia ini. Carilah hal-hal yang tidak membutuhkan keluarnya uang banyak :D

Jika kamu tidak mampu untuk meng-explore dunia, cobalah jadi turis di kota kamu sendiri. Cobalah bermain Skydive, bungee jumping, atau pergi ke pantai sendirian, atau melakukan pendakian pada tempat yang belum kamu ketahui sebelumnya, bacalah lebih banyak buku. Ada begitu banyak hal yang dapat kamu lakukan yang akan memperkaya hidup kamu yang tidak melibatkan “membeli barang” mahal yang tidak penting.

 

Khawatir Tentang Masa Depan

Sujiwo Tejo - Menghina Tuhan tak perlu dengan umpatan dan membakar kitabNya. Khawatir besok kamu tak bisa makan saja itu sudah menghina Tuhan

Dalam hidup ini, ada banyak sekali hal-hal yang tidak bisa di prediksi. Ada beberapa masalah yang tiba-tiba muncul di luar kendali kita. Memang sih, sebelumnya kita bisa memprediksi masalah apa yang akan terjadi nanti, kemudian membuat solusi ketika masalah tersebut muncul. Namun tetap saja nantinya ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Bisakah kamu tiba-tiba mendapat PHK dari tempat dimana kamu kerja? Bisa saja. Bisakah kamu tiba-tiba mendapat penyakit yang mengancam kehidupan kamu? Yup, bisa jadi.

Dan celakanya adalah, kamu hanya memiliki sedikit kontrol atas apa yang akan terjadi dan apa yang tidak terjadi, jadi mengapa menghabiskan waktu kamu khawatir tentang semua ini. Apakah kamu sudah siap untuk meninggalkan zona nyamanmu?

Ada terlalu banyak hal yang di luar kontrol dan kamu nggak sehebat yang kamu kira. Berdo’a dan berserah diri itu ngebantu banget buat aku. Dan jika itu ngebantu buat aku, mungkin itu ngebantu juga buat kamu gaessss..

Selama kamu memiliki rencana kehidupan yang matang dan juga menjalani hidup ini dengan penuh tanggung jawab kamu seharusnya tidak perlu khawatir. Kamu hanya perlu fokus pada apa yang sedang terjadi dalam hidup kamu SAAT INI saja.

Ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan ada yang tidak. Aku memutuskan sejak awal tidak akan khawatir tentang hal-hal yang tidak bisa aku kendalikan. Sehingga aku hanya fokus kepada hal-hal yang bisa aku ubah.

Focus on what important. Fokus-lah pada hal yang benar-benar penting. Saat ini aku sedang duduk-duduk manis di teras depan rumah sambil meneguk secangkir teh hangat favoritku. Udara sangat cerah sementara kucingku mengeong menggosok-gosokkan kepalanya ke kaki-ku. Aku tidak khawatir akan apapun dan tidak pernah aku sebahagia ini. (Padahal kerjaan masih numpuk banyak)

 

♿ Hanya Menunggu Masa Depan

Menunggu Masa Depan
Sama seperti khawatir tentang masa depan, banyak orang fokus pada kejadian di masa depan, dan bukan fokus kepada apa yang sedang terjadi sekarang. Rantai pemikiran tersebut biasanya dimulai seperti ini:

Ketika masih kuliah, kamu berpikir bahwa akan senang dan bahagia jika besok saat kamu lulus. Setelah lulus, kamu berpikir akan senang setelah besok mendapat pekerjaan impian. Setelah memiliki pekerjaan impian, kamu berpikir akan senang ketika besok kamu menikah. Selanjutnya setelah menikah kamu pikir akan bahagia bila besok memiliki anak. Setelah memiliki anak, kamu berpikir besok kamu akan bahagia ketika kamu pindah ke rumah yang lebih besar. Dan.. begitulah seterusnya.

Sampai pada akhirnya kamu akan tersadar..

Baca juga
Girls, Inilah 5 Alasan Kenapa Kamu Masih Sendiri

Bahwa kamu telah menghabiskan seluruh hidup kamu hanya untuk menunggu besok saat-saat bahagia yang kamu harapkan akan datang di masa depan, sehingga kamu mengabaikan dan menutup mata bahwa ada banyak kebahagiaan di masa sekarang, yaitu masa yang sedang kau jalani saat ini.

 

Kurang Punya Hobi

Hobi adalah kegiatan yang bisa membuatmu menjadi bergairah. Hobi adalah sesuatu yang dapat kamu lakukan ketika kamu memiliki waktu senggang. Orang-orang bahagia cenderung memiliki hobi, apapun itu, misalnya bermain gitar, menulis, memotret, dan lain sebagainya.

Memiliki hobi itu akan membuat hidup kamu lebih berwarna. Hobi itu berada pada lini masa yang sakral dalam kehidupan, dimana kamu bisa menghabiskan waktu luang kamu di tengah kejenuhan duniawi yang fana. Kadang, hobi bisa berpotensi menghasilkan uang jika kamu cukup handal dalam melakukannya.

Bayangkan saja, gimana rasanya kalau kamu dibayar karena melakukan sesuatu yang berkaitan dengan hobi kamu. Tentunya kamu akan bisa lebih bahagia, produktif dan menghasilkan karya yang lebih maksimal.

 

Suka Makan sembarangan

Makan sembarangan

Makanan memiliki peranan yang vital dalam terciptannya kebahagiaan. Bagi beberapa orang, makanan adalah tempat pelarian untuk mengobati diri saat mereka merasa sedih. Sayangnya makanan yang tidak bergizi adalah lingkaran setan.

Kadang mereka tidak memilih makanan yang tepat, yang pada akhirnya akan membuat mereka semakin lesu, bersalah dan deperesi karena berat badan mereka semakin naik ataupun kolesterol dan gula darah mereka meningkat.

Makanan lezat yang tidak bergizi akan membuat mereka merasa senang untuk beberapa menit. Setelahnya mereka akan cepat kekurangan energi dan ujung-ujungya produktivitas menurun dan kebahagiaan menghilang.

Memakan makanan bergizi tidak hanya akan menambah energi, tapi juga akan membuat kamu terlihat lebih sehat, dan kamu akan merasa lebih baik untuk menjadi dirimu sendiri.

Percayalah, 90% dari bagaimana kamu terlihat ditentukan oleh apa dan berapa banyak makanan yang kamu masukkan ke dalam tubuh, bukan dari dari berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk berlari di treadmill atau fitnes yang kamu lakukan.

Makanlah yang benar. Karena makanan adalah kunci. Kalau kamu bingung makanan bergizi apa yang harus kamu konsumsi, kamu bisa simak tweet @DokterNews mengenai pernak-pernik kesehatan yang kekinian.

 

Sering bicarakan keburukan orang lain

“Orang-orang hebat berbicara tentang ide-ide, dan orang-orang lemah membicarakan tentang keburukan orang lain.”

Saat kamu hangout dengan beberapa orang, dengarkanlah apa yang mereka bicarakan. Apakah kamu menghabiskan waktu untuk bergosip dan membicarakan orang lain?

Orang-orang yang tidak bahagia seringkali terjebak untuk membicarakan keburukan orang lain, jarang mereka berbicara tentang hal seperti ide cemerlang, cerita inspirasi, pelajaran kehidupan, ilmu-ilmu baru, hadits ataupun pelajaran bermanfaat yang lagi nge-hits di sosial media. Mereka suka dengan Majelis Ilmu.

Orang-orang yang tidak bahagia juga memiliki kecenderungan untuk cepat menilai orang lain.

“Bodoh sekali keputusan menteri ini, pantesan negeri ini tidak berkembang.”
“Presiden-nya kayak gembus, masalah kecil gitu kok gak bisa selesai.”

Ya, itulah salah satu contohnya. Orang-orang bahagia tidak akan melontarkan statement seperti itu.

Jika kamu mendapati diri kamu menilai seseorang yang tidak kamu tahu, cobalah gigit lidah kamu. Coba pikir lagi. Memaki orang lain mungkin bisa membuat kamu merasa lebih baik untuk sesaat, tapi semua yang kamu lakukan adalah topeng dari ketidakamanan kamu dengan mencoba untuk menjatuhkan kepala mereka tepat di bawah kaki kamu.

Berbeda dengan orang-orang bahagia, mereka akan lebih berkonsentrasi berkarya menciptakan sesuatu yang berguna daripada menghabiskan waktu untuk mengomentari hal-hal yang bahkan kadang tidak mereka kuasai sama sekali.

 

 Gemar Menyimpan Dendam

Memilki kebencian terhadap seseorang seperti layaknya membawa ransel yang penuh dengan batu. Sebenarnya kamu gak ada masalah jika tidak membawanya, tetapi kamu tetap aja menyimpan ransel tersebut sehingga bisa menjadi beban yang memberatkan punggung kamu, dan merasa hidup kamu berat sekali.

Kehidupan pasti akan lebih mudah jika kamu bisa melepasnya. Bantulah diri kamu sendiri untuk mema’afkan. Saat kita memaafkan orang lain, bukan semata-mata karena orang tersebut layak untuk dimaafkan. Melainkan kita selalu layak untuk memiliki kedamaian dan ketenangan di dalam hati. Karena sebenarnya memaafkan itu dekat sekali dengan kedamaian.

Itu juga tidak berarti kamu harus menjadi sahabat terbaik untuk siapa pun yang telah melakukan kesalahan, tapi berusahalah untuk berdamai dengan apa yang telah terjadi dan memahami bahwa setiap orang bisa saja membuat kesalahan.

Memaafkan akan membantu membebaskan kamu dari kecemasan, stres dan depresi dan memungkinkan kamu untuk memiliki hubungan yang lebih bahagia. Bebaskan dirimu dari kebencian, dan move on.

Karena memaafkan tidak bisa mengubah masa lalu, tapi bisa melapangkan masa depan.

 

Berhenti Untuk Belajar

“Saat Anda berhenti belajar, Anda berhenti memimpin.”
– Rick Warren

Tidak begitu sulit untuk mendapat kepuasan hidup di dunia ini. Dulu kamu pernah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk belajar di sekolah ataupun di universitas — yang mungkin kamu menjalaninya secara setengah hati –, dan pada akhirnya kamu mendapatkan pekerjaan yang sama sekali tidak kamu sukai. Kenapa hal itu dapat terjadi? Bukankah melakukan sesuatu yang kamu sukai itu lebih menyenangkan?

Seperti layaknya hobi, keluarlah dari belenggu akademis atau jeratan perusahaan kapitalis itu dan lakukan apa yang sebenarnya menjadi passion kamu.

Suka memasak Sop Ayam? Maka belajarlah membuat Sop Ayam rasa bintang lima. Pelajarilah secara detail bumbu dan tempat dimana mendapatkan daging ayam terbaik untuk resep kamu, tes rasa masakan kamu ke beberapa teman terdekat, mintalah saran terbaik mereka. Kemudian bukalah Restauran spesialis Sop Ayam pertama kamu. Jadilah Entepreneur.

Suka menyanyi? Maka belajarlah mengolah pita suara dengan berlatih bernyanyi lebih sering untuk meningkatkan skill kamu. Carilah komunitas musik, ikutilah seminar atau les musikal. Jadilah pengarang lagu, rekam suaramu di Soundcloud atau upload video clip kamu di Youtube. Jadilah ahli dalam hal yang kamu suka.

Terus belajar hal-hal baru dalam bidang yang kamu sukai akan membuat kamu semakin semangat menjalaninya, selain mendapat pengakuan sosial, hal tersebut akan membuat kapasitas dan skill pribadi kamu meningkat hari demi hari, yang secara otomatis akan membuat kamu lebih bahagia. Jangan lupa mencatat progress apa yang udah kamu lakukan di smartphone dan komputer agar kamu bisa melakukannya secara konsisten. Kalau saya biasa mencatat-nya di Evernote.

 

Tidak Pernah Menyelesaikan Apapun

Tidak Pernah Menyelesaikan Apapun

Sangat mudah untuk duduk di sofa sambil tiduran dan membuat daftar hal-hal yang kamu inginkan atau rencana yang akan kamu lakukan. Tapi tentu lebih sulit untuk bangun dari sofa malas kamu dan mewujudkannya karena membutuhkan lebih banyak energi. Orang-orang mengatakan bahwa mengambil langkah pertama selalu menjadi bagian tersulit dalam menyelesaikan rencana apapun.

Just Do It !!

Oleh karena itu Berhentilah membuat alasan dan lakukan saja segera tanpa mikirin hal lainnya, karena tidak ada yang akan melakukannya untuk kamu kecuali ya kamu sendiri. Misal, ingin menurunkan 5kg berat badan? Segera berdiri dan mulai jogging atau nge-gym. Tidak usah dipikirkan kapan akan terwujud, pokoknya langsung aja melakukan langkah-langkah kecil agar rencana akhir nurunin berart badan 5kg itu bisa terwujud.

Hari ini adalah hari pertama dari sisa hidup kamu. Jangan biarkan langkah pertama menghambat semua rencana indah kamu.

 

Membenci Tempat Kerja

Membenci Tempat Kerja

Fakta: Kebanyakan orang harus bekerja untuk bertahan hidup.

Fakta: Rata-rata perminggu orang kantoran kerja full time adalah 40 jam. Dengan memiliki dua minggu liburan maka kebanyakan orang bekerja 1.920 jam per tahun.

Jika kamu akan menghabiskan 1.920 jam per tahun untuk bekerja, silahkan membuat upaya untuk menyukai pekerjaan kamu. Karena kamu akan menghabiskan 22,4% dari sepanjang tahun, kamu lebih baik menyukai apa yang kamu lakukan.

Sekarang, sebelum kamu memiliki kesimpulan bahwa kamu membenci pekerjaan kamu, berpikirlah sejenak untuk diri sendiri, dan bertanya..

Apakah saya benar-benar benci pekerjaan saya, atau saya hanya mengeluhkannya kepada orang lain bahwa saya membenci pekerjaan saya, namun saya tetap melakukan pekerjaan itu?

Begitu banyak orang mencintai pekerjaan mereka ketika mereka pertama kali memulai atau masuk kerja. Dengan berjalannya waktu, teman kerja mulai mengeluh tentang sebuah hal, dan kemudian di lain hari kamu mulai menemukan hal-hal kecil lain yang mengganggu kamu, kemudian semua orang di tempat kerjaan semuanya mengeluh yang pada akhirnya digabung ke dalam bola raksasa penuh kebencian terhadap tempat dan pekerjaan yang sedang dijalani.

Hal berikutnya kamu tanpa sadar akan menyalahkan pekerjaan kamu atas ketidakbahagiaan itu. Nah, jika ini adalah situasi yang sedang kamu alami, kamu bisa melakukan hal ini:

A. Mulai mengatakan kepada diri sendiri sesuatu yang kamu sukai tentang pekerjaan kamu sehari-hari, dan pastikan kamu menyampaikan hal ini kepada rekan kerja kamu dalam upaya untuk belajar kembali mencintai-pekerjaan kamu, atau
B. Jika terlambat, dan kerusakannya sudah tak dapat diperbaiki, beralihlah ke pekerjaan yang serupa di tempat lain dan melakukan apa saja untuk menjaga hal-hal positif dari kepergian kamu.

 

Jika kamu benar-benar membenci pekerjaan tersebut namun tak melakukan point A dan B seperti di atas tapi malah cuek dan menjalani hari demi hari dalam pekerjaan kamu seperti biasa, maka akan menyebabkan kamu mengalami kesedihan tak berujung. Cukup, ambilah risiko, dan lanjutkan hidupmu.

Merasa tak bahagia selama hampir setengah bagian masa hidup kamu sungguh tak layak untuk kamu dapatkan.

 

  Selalu merasa Kesepian

Selalu merasa Kesepian

Salah satu penyebab terbesar dari ketidakbahagiaan adalah kesepian dan tak tau mau ngapain lagi. Rasa kesepian umumnya timbul dari kurangnya stimulasi sosial. Di era teknologi seperti sekarang ini kebanyakan orang memilih berinteraksi melalui pesan teks, komen-komen di Facebook, Twitter, ngrumpi di grup WhatsApp, pamer-pamer di Path dan sosial media lainnya.

Ya, itu adalah jebakan Jaringan Sosial. Orang-orang begitu kecanduan segala macam bentuk teknologi sosial, yang pada akhirnya mereka lupa bahwa manusia membutuhkan interaksi tatap muka di kehidupan nyata.

Orang yang tidak nyaman berinteraksi secara tatap muka cenderung tertarik ke bersosialisasi secara online karena mereka memiliki kontrol lebih besar atas jumlah dan waktu interaksi mereka.

Baca juga
Cara saya mengusir kebosanan akut

Namun sebenarnya, mengurangi interaksi tatap muka cenderung meningkatkan kecemasan sosial bagi individu yang kurang terbuka. Jika kamu tetap tinggal dalam zona seperti ini, maka hal itu akan membatasi pertumbuhan pribadi, dan mencegah berkembangnya ikatan batin antar sesama teman.

Tidak ada sesuatu yang akan dilakukan malam ini? Alih-alih mengomentari semua status Facebook orang lain, alangkah baiknya jika mengajak teman-teman terdekat pergi keluar untuk ngopi-ngopi cantik atau ngopi-ngopi ganteng, jika kamu jarang melakukannya maka kamu akan terkejut betapa jauh lebih baik rasanya untuk berbicara dengan kehidupan manusia secara fisik yang nyata.

Buku PromoKisah-Kisah Menggetarkan Hati, Mereka Yang Mengejar Ridho Ilahi. Mengenali yang haram agar tak salah jalan. Atas nama gengsi, seperempat orang Indonesia berhutang. Buku Mencari Jalan Pulang. Karya Saptuari Sugiharto. Dapatkan sekarang!


Jika kamu masih lajang dan merasa seperti kamu perlu seorang lawan jenis untuk membuatmu menjadi bahagia, maka saya akan sampaikan bahwa, KAMU ADALAH SALAH.

Karena, kamu tidak bisa berada dalam hubungan yang sehat sampai kamu bisa bahagia secara mandiri. Menggunakan orang lain sebagai penopang bagi kebahagiaan kamu adalah salah satu cara menuju perjalanan pada hubungan yang tidak sehat.

Jika kamu sedang berjuang untuk menemukan pendamping, berhentilah mencari di Facebook dan berhenti mencari online. Pertimbangkan untuk bergabung dengan sebuah grup atau komunitas atau berpartisipasi dalam kegiatan kelompok yang mendorong sosialisasi secara tatap muka.

Kamu akan bertemu orang-orang yang berpikiran terbuka yang suka berbagi lebih banyak kesamaan dengan kamu daripada teman-teman kamu di Facebook.

 

Membiarkan Hal Negatif Masuk Dalam Pikiran

Membiarkan Hal Negatif Masukkan Ke Dalam Pikiran

Di masa lalu saya punya masalah seperti ini. Ketika pikiran negatif akan masuk ke dalam pikiranku, saya akan membiarkan mereka tetap di berada disana. Mereka kemudian akan duduk di sana, bernanah dan mengendalikan emosi dan kebahagiaanku.

Saranku, ketika pikiran-pikiran ini masuk ke kepala kamu, segera pikirkan sesuatu yang lain. Kamu bisa memilih apa yang kamu pikirkan, karena semakin lama kamu memelihara pikiran negatif, semakin lama ia akan tetap fokus pada hal negatif tersebut.

Kita semua manusia, dan pikiran buruk akan memasuki kepala kita dari waktu ke waktu, tetapi dengan menjadi sadar apa yang kamu pikirkan, kamu dapat mendorong mereka keluar dari kepala kamu sebelum mereka membawa kamu lebih jauh. Dan semua itu bisa kamu latih dari sekarang.

Tetaplah berpikiran positif, karena itu baik buat kamu.

 

Membesar-besarkan sesuatu

Membesar-besarkan sesuatu

Apa nih yang dibesarkan? Sering kali orang yang tidak bahagia memiliki kecenderungan untuk meniup masalah dan hal-hal kecil di luar proporsi.

Mereka suka membesar-besarkan masalah kecil. Mereka hanya melihat dari satu sisi, tanpa adanya kemampuan untuk melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

 

Menganggap remeh sesuatu

Kalau yang ini adalah kebalikan dari “Membesar-besarkan sesuatu”. Menganggap remeh adalah ketika kamu mendapat masalah besar tapi bukannya menyelesaikannya, tapi malah mengatakan kepada diri sendiri bahwa “Ah, ini bukan masalah serius“.

Buku PromoKisah-Kisah Menggetarkan Hati, Mereka Yang Mengejar Ridho Ilahi. Mengenali yang haram agar tak salah jalan. Atas nama gengsi, seperempat orang Indonesia berhutang. Buku Mencari Jalan Pulang. Karya Saptuari Sugiharto. Dapatkan sekarang!


Kamu memang bisa membiarkan atau menyimpan sendiri masalah itu, dan hidup tenang sampai kemudian masalah itu MELEDAK. Orang-orang cenderung mengabaikan masalah seperti utang, rahasia perselingkuhan, kegemukan, diabetes dan lain-lain.

Jika kedengarannya hal ini seperti yang kamu alami, maka berhentilah mengabaikan masalah yang sedang berlangsung tersebut, saatnya menindaklanjuti dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya. Sama seperti dendam, kamu akan merasa jauh lebih baik setelah masalah ini telah diselesaikan. Baca juga: 45 instruksi untuk menjalani kehidupan

 

Tidak Percaya Diri

Tidak Percaya Diri

Bagaimana cara kamu berbicara kepada diri sendiri dapat mempengaruhi keadaan diri kamu. Misal, ketika kamu membuat kesalahan, akan lebih baik jika katakan kepada diri sendiri “Saya membuat kesalahan, tidak akan ku ulang lagi, waktu berikutnya Saya pasti akan berbuat lebih baik.

Tapi dengan mengatakan hal-hal seperti “Aku idiot“, atau “Aku adalah bagian dari omong kosong” atau “Aku sampah” tidak berdampak apapun kecuali menurunkan nilai dari diri kamu.

Hal ini mungkin terdengar sepele, tapi kamu harus percaya pada diri sendiri untuk menjadi bahagia, dan mengingatkan diri dengan hal yang baik-baik saja akan membuat kamu bergerak lebih jauh dan lebih baik setelah kamu melakukan kesalahan.

 

 Tidak Memiliki Tujuan Akhir

Tidak Memiliki Tujuan Akhir

Salah satu hal yang paling menarik dalam hidup adalah menetapkan tujuan dan kemudian mencapainya. Orang-orang bahagia memiliki kecenderungan untuk membuat tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek memberikan prestasi mini yang membangun kepercayaan diri dan membuat kamu termotivasi untuk terus menggapai awan. Tujuan ini dapat berhubungan dengan segala sesuatu yang kiranya penting bagi kamu.

Tujuan jangka pendek misalnya: Olahraga setiap hari agar turun 2kg berat badan selama 1 bulan. Atau bisa juga: Tidur malam lebih cepat agar paginya bisa shalat tahajud kemudian shalat shubuh jama’ah di masjid. Apapun itu, tetapkan bahwa kamu harus memiliki tujuan-tujuan jangka pendek.

Orang-orang sukses selalu menetapkan dan mencapai tujuan.

Sementara kurangnya ambisi untuk mencapai tujuan bisa berdampak pada kecenderungan yang mengarah pada lemahnya mental dan kepuasan emosional yang terbatas.

Sebenarnya, orang yang tidak bahagia juga sering menetapkan tujuan, tapi bedanya, mereka tidak pernah yakin jika mereka bisa mencapai tujuannya. Pokoke sik penting yakin, broo..

Orang yang menderita depresi sering beranggapan bahwa mereka tidak mampu mencapai tujuan jangka panjang tersebut bila tidak membuahkan hasil, saat itulah refleksi diri yang negatif muncul. Untuk alasan itu, maka melaksanakan tujuan jangka pendek sangat penting perannya untuk membangun kepercayaan diri dan dorongan positif untuk meraih tujuan jangka panjang.

Orang-orang juga mulai lupa, bahwa tujuan akhir bukanlah yang terpenting, tapi yang utama adalah PROSES dimana kamu menggapai tujuan itu. Karena didalam “proses” kamu akan menemukan hal-hal dan pelajaran baru yang belum kamu dapatkan sebelumnya.

Mulailah dari hal terkecil yang bisa dilakukan, karena sesuai pepatah “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Karena tak akan ada orang yang bisa mewujudkan mimpi kamu kecuali yaaa.. kamu sendiri.

 

Khawatir Apa Yang Dipikirkan Orang Tentang Kamu

Khawatir Apa Yang Dipikirkan Orang Lain Tentang Kamu

Begitu banyak orang menghabiskan waktunya hanya untuk khawatir jika di cap jelek. Mereka selalu berprasangka orang-orang akan mem-bully-nya jika tidak mencoba menjadi orang yang menyenangkan semua orang.

Orang-orang seperti ini selalu mencoba membuat orang lain terkesan. Semua kegiatan tersebut mengambil begitu banyak energi dan akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk dirinya sendiri, karena mencoba menjadi orang lain.

Berhentilah melakukan hal-hal konyol untuk orang lain dan mulailah melakukan hal-hal yang membuat kamu bahagia. Berpakaianlah sesuai keinginan kamu, lakukan apa yang kamu suka (dengan batasan tidak mengambil hak orang lain). Orang akan lebih menghargai ketulusan kamu daripada kamu berpura-pura menjadi orang lain.

Jadilah dirimu sendiri dan jangan dengarkan pendapat orang lain kecuali kamu memintanya.

 

  Membiarkan Orang Asing Mempengaruhi Mood

Membiarkan Orang Yang Tidak Kamu Kenal Mempengaruhi Mood Kamu

Dunia adalah tempat yang menakutkan. Ada banyak orang gila dan orang-orang stress yang ingin menyeret kamu ke level dibawah mereka.

Jika ada orang yang menjatuhkan kamu dengan kata-katanya, berilah dia senyuman, dan biarkan dia menghabiskan energinya sampai mulutnya berbusa. Wkwkwkwkw…

Jangan biarkan hari buruk orang lain mempengaruhi hari indahmu saat ini.

Jika kamu harus berurusan dengan orang yang sukanya marah-marah, bunuhlah mereka dengan kebaikan. Sering kali kebaikan yang tak berdasar seperti itu akan membuat mereka menyadari betapa brengseknya mereka. Dan semoga saja mereka tersadar dan segera menemukan hidayah. Amin.

 

 Ingin Lebih Banyak Uang

Ingin Lebih Banyak Uang

Uang, semua orang menginginkannya, siapa yang tidak mau uang?. Tak seorang pun tampaknya merasa memiliki cukup banyak uang. Mereka selalu merasa kurang.

Kebanyakan orang berpikir bahwa jika mereka memiliki lebih banyak uang, maka mereka akan memiliki lebih banyak kebahagiaan. Sayangnya, pendapat bahwa dengan lebih banyak uang akan menyelesaikan semua masalah dan membuat kamu lebih bahagia adalah sebuah ILUSI, tidak lebih dari itu.

Bekerja adalah ibadah, menafkahi anak istri adalah ibadah, memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain adalah ibadah. Carilah uang semata-mata hanya untuk Allah, bukan untuk kebahagiaan.

 

 

 Kesimpulan

Umar Bin Khatab - Aku tak peduli atas keadaan susah atau senangku, karena aku tak tau mana diantara keduanya yang lebih baik untukku

Itu adalah salah satu kutipan terbaik yang menjadi prinsip saya dalam menjalani hidup ini. Disampaikan oleh Umar bin Khatab RA, beliau berkata: “Aku tidak peduli atas keadaan susah atau senangku, karena aku tak tahu mana diantara keduanya yang lebih baik untukku.”

—–

 

Okey teman-teman, saya rasa itu saja. Tapi ingat ya, apa yang ditulis di atas bisa salah dan bisa saja benar. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi. Ambil positif-nya dan yang negatif silakan diabaikan saja.

Jika saya ditanya apa sih yang membuat saya bahagia? Jawabannya adalah:

Duduk senderan di kursi sambil minum teh hangat. dengan lampu yang agak redup, sendirian sambil melihat orang berlalu-lalang di jalanan.

Btw, kalau kamu, apa sih yang membuat kamu bahagia?

Terima kasih sudah meluangkan waktu yang panjang untuk membaca, kamu kapan bahagia :)

 




Ikuti MOT|VASEE diย  ย  ย  ย  ย  ย  ย