Inspirasi Jurnal

Cara saya mengusir kebosanan akut

Jarang banget saya merasa boring kayak gini. Liat film udah, liat video Youtube udah, mainan game di HP udah, nge-tweet udah, baca-baca artikel di internet udah, baca buku ePub tentang motivasi kehidupan udah jugak. Mainan Facebook dan Google+ juga udah juga. Malam ini jam 23:55, belum ngantuk dan gak tau mau ngapain lagi.

Akhirnya saya jalan-jalan malam nyari burjo, jalan lho, nggak naik motor. Sembari nyari inspirasi, nglewatin tukang tambal ban yang sampai malam gini masih nyari uang, nglewatin tukang becak yang lagi melamun di atas becaknya, dan peristiwa-peristiwa detail lainnya yang jarang kamu rekam di memori otakmu kalau kamu berpergian naik motor. Biasanya hal kayak gitu bikin saya semangat lagi karena merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia ini.

Tapi nggak tau kenapa hari ini begitu mencekam. Hal yang biasa saya lakukan untuk mengantisipasi perasaan seperti ini udah gak mempan lagi. Tidak ada hal-hal yang bisa membuat saya tenang. Padahal saya lagi nggak ada masalah, nggak ada pikiran, juga lagi nggak punya utang sama Bank, lagi nggak memikirkan dan khawatir akan masa depan yang akan saya lalui besok, pokoknya pikiran saya lagi kosong. Eh, ya nggak kosong-kosong amatΒ ding, cuma saya lagi mikir tapi saya nggak tau apa yang sebenarnya yang saya pikirkan. Kasian ya.

Baca juga
Benarkah Multitasking itu merusak otak?

Semacam ilusi tiada henti gitu. Hahaha.. Jarang banget lho saya bisa kayak gini. 1000 cara sudah saya lakukan untuk mencari titik untuk meingkatakan produktifitas, namun tak ada yang saya dapatkan. Bingung bagaimana cara mengusir kebosanan ini.

Akhirnya setelah dari burjo saya pulang, sampai rumah, saya ambil air wudlu, kemudian saya sholat Isya’ kemudian sholat Tahajud (Biasanya nggak pernah). Dan, hey.. beberpa menit setelah selesai.. mendadak saya jadi girang karena kebosanan tadi sirna secara tiba-tiba. Menghilang entah kemana. Dan ini enggak dibuat-buat. Serasa saya bisa berfikir lebih jernih dan banyak ide yang kemudian muncul.

Buat yang non muslim, cobalah untuk beribadah sesuai caranya masing-masing secara lebih mendalam.

Kesimpulan :

 

Saya anggap kejadian pada malam hari ini adalah sebuah proses. Kita lahir, hidup, kemudian dewasa, hingga mati adalah sebuah proses alami kehidupan yang tak ada satu pun makhluk yang tak mengalami. Dalam proses itulah, kita menjadi apa adanya hari ini. Sayang, banyak orang yang kadang malah kurang menikmati atau kurang sabar akan adanya proses. Bisa jadi, semua itu dipengaruhi oleh lingkungan yang makin hari makin serba instan. Padahal, untuk jadi β€œinstan” pun sebenarnya semua butuh proses.

Baca juga
10 dolar pertama saya dari internet

Apa coba kesimpulannya? yaitu, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Kata yang sederhana, namun sering dari kita melupakannya.

Bersambung




facebook β€” instagram β€” twitter β€” tumblr β€” produk β€” berlangganan β€” kontak